Kompensasi karyawan adalah bentuk timbal balik yang diberikan, atas kinerja yang diberikan oleh karyawan kepada perusahaan. Macam-macam kompensasi seperti upah atau gaji, tunjangan karyawan, insentif, bonus, penambahan fasilitas, dan lain sebagainya.

Pemberian kompensasi harus melalui komposisi yang pas. Jika kompensasi karyawan terlalu rendah, dapat membuat semangat kerja karyawan turun. Mereka tidak merasa tercukupi dengan memberikan hasil kerja bernilai lebih dari kompensasi yang diterimanya. Karyawan juga akan memiliki kecenderungan untuk mencari tempat kerja lain, yang dapat memberikan kompensasi lebih tinggi.

Kompensasi yang terlalu tinggi akan membuat karyawan merasa tidak aman melakukan pekerjaannya. Sebab, pemberian kompensasi yang berlebih akan membuat mereka merasa perusahaan berharap lebih tinggi dari apa yang mereka berikan. Hal ini dapat menjadi sebuah motivasi, dapat juga menjadi sebuah tekanan. Pemberian kompensasi yang baik adalah pertukaran antara apa yang diberikan oleh karyawan dan apa yang perusahaan harapkan, bernilai seimbang. Lalu, bagaimana cara mengukur kompensasi karyawan secara tepat? Berikut Cara yang Dapat HR Lakukan untuk Mengukur Kompensasi Karyawan:

1. Jabatan dan Posisi

Jabatan dan posisi sangat menentukan besaran angka gaji atau kualitas fasilitas tambahan kompensasi karyawan. Akan sangat timpang apabila karyawan dengan jabatan staff dan posisinya baru masuk, sudah diberikan bonus gaji yang sangat besar. Tentu pemberian kompensasi tidak bisa disamaratakan setiap posisi.

2. Pengalaman Kerja dan Prestasi

Semakin banyak pengalaman seseorang, semakin membuat kemampuannya tajam. Apalagi jika karyawan perusahaanmu memiliki prestasi yang cukup baik, dalam memberikan keuntungan bagi perusahaan. Selain itu, karyawan yang memiliki loyalitas yang cukup tinggi atau sudah bekerja beberapa tahun di perusahaanmu, juga harus diperhitungkan. HR perlu mengapresiasi karyawan yang memiliki pengalaman kerja yang baik dan prestasi yang memuaskan.

3. Jenis Pekerjaan

Jenis pekerjaan sangat mempengaruhi besaran kompensasi yang perlu diterima oleh karyawan. Pekerjaan yang memiliki risiko tinggi seperti pilot, pramugari, masinis, tentu adalah pekerjaan yang bertaruh dengan nyawa. Maka kompensasi yang diberikan pun juga cukup besar. Sedangkan jenis pekerjaan staff yang tidak memiliki risiko tidak terlalu tinggi, seperti bagian resepsionis, administrasi, jumlah kompensasinya tidak lebih besar daripada pekerja yang memiliki risiko tinggi.

4. Penilaian Kinerja Karyawan

Hal yang paling penting untuk menentukan siapa saja karyawan yang berhak menerima kompensasi, kamu perlu melakukan penilaian kinerja karyawan. Hal ini berfungsi untuk melihat sejauh mana karyawan perusahaanmu telah berkembang. Semakin bagus kinerja karyawan, maka kompensasi yang akan diberikan juga semakin besar.

Selain melihat kinerja karyawan, penilaian kinerja juga menjadi acuan evaluasi kerja. HR dapat memutuskan berdasarkan evaluasi, apakah karyawan ini layak untuk mendapatkan kompensasi atau tidak.

Jumlah karyawan yang tidak sedikit, tentu dapat membuat HR jadi pusing untuk melakukan penilaian kinerja. Kamu tidak perlu khawatir, kamu dapat menggunakan tes online untuk melakukan penilaian kinerja, seperti platform Digius.

Digius adalah digital HR platform yang dapat membantu kamu untuk melakukan tes penilaian kinerja secara online. Kamu cukup mengirimkan link dari Digius melalui email ke seluruh karyawan, untuk mengerjakan soal tes online. Proses tes online dapat diawasi secara real time dan hasilnya valid. Untuk mengetahui fitur-fitur Digius lebih lanjut, kamu dapat menghubungi kami di Digius.id

5. Kapasitas Perusahaan

Nah, pertimbangan terakhir yang perlu kamu pikirkan sebelum menetapkan kompensasi adalah kapasitas perusahaan. Apakah kondisi perusahaanmu memadai untuk memberikan tunjangan atau bonus kepada karyawan. Jika kondisi perusahaan memadai, bahkan mendapatkan keuntungan melebihi target, kamu bisa berkoordinasi dengan bagian keuangan untuk memberikan kompensasi.

Show CommentsClose Comments

Leave a comment

Scroll Up